Sabtu, 09 Februari 2019

Makna Batik Parang

Batik Parang memiliki makna yang tinggi dan mempunyai nilai yang besar dalam filosofinya. Batik motif dari Jawa ini adalah batik motif dasar yang paling tua. Batik parang ini memiliki makna petuah untuk tidak pernah menyerah, ibarat ombak laut yang tak pernah berhenti bergerak. Batik Parang juga menggambarkan jalinan yang tidak pernah putus, baik dalam arti upaya untuk memperbaiki diri, upaya memperjuangkan kesejahteraan, maupun bentuk pertalian Keluarga

Batik Parang bahkan menggambarkan kain yang belum rusak, baik dalam arti memperbaiki diri, kesejahteraan upaya mereka, serta bentuk hubungan dimana batik parang pada masa lalu adalah hadiah yang mulia untuk anak-anaknya. Dalam konteks ini, pola berisi dewan orang tua untuk melanjutkan perjuangan parang dilanjutkan. Garis diagonal lurus melambangkan penghormatan dan cita-cita, serta kesetiaan kepada nilai yang sebenarnya. Dinamika dalam pola parang ini juga disebut ketangkasan, kewaspadaan, dan kontituinitas antara pekerja dengan pekerja lain. Batik Parang biasanya digunakan untuk acara pembukaan. Misalnya: Senapati yang ingin pergi berperang, agar pulang membawa kemenangan.

'"Parang berarti perang, para raja jawa dan kesatria jawa selalu memakai batik parang yang berarti perang melawan hawa nafsu nya setiap hari, terus menerus. Hanya para raja ksatria lah yang boleh pakai batik parang. itu sebagai agama nya , sebagai maujud ageman nya setiap hari , ucap tekat laku lampah.''
"Batik artinya Bakti, Bekti, Dhama bakti, para raja ksatria jawa harus berbakti kepada nusa bangsa keluarga dan agama nya. Ageman dari Batik menjadi agama nya , ucap tekat laku lampah seorang menuju sampurna '" (syafril indra kusuma)

Kamis, 07 Februari 2019

Arti Motif Batik di Sidoarjo

Motif batik biasanya di dominasi oleh flora dan fauna khas Sidoarjo seperti:
1. Beras kutah
Motif ini dilatarbelakngi adanya dua penggilingan padi di Siodoarjo.
2. Kebun tebu dan kembang tebu(tebon)
Dilatarbelakangi dengan Sidoarjo yang memiliki perkebunan tebu dan sebagai penghasil gula.
Terispirasi oleh banyaknya tumbuhan bayam yang tumbuh di rumah penduduk, terutama di Tulungan, Sidoarjo.
4. Pecah kopo
Dilatarbelakangi masyarakat Sidoarjo yang menanam kopi di jaman dahulu.
Motif batik berupa bulatan merica yang berlubang.
6. Sekarjagad
Berasal dari kata sekar berarti bunga dan jagad berarti dunia. Sekarjagad artinya kecantikan dan keindahan sehingga orang lain yang melihat akan terpesona. Motif sekarjagad (pola geometris berbentuk ceplok atau hiasan bulat berulang yang semuanya saling merapat) yang banyak berornamen bunga/tanaman.
7. Mahkota
Awalnya merupakan motif batik dari desa Sekardangan. Biasa digunakan sebagai hantaran pada acara lamaran, yang nantinya akan digunakan pada upacara pernikahan.


Rabu, 06 Februari 2019

Sejarah Batik Keris

Batik Keris merupakan perusahaan batik yang didirikan di daerah Sukoharjo, tepatnya di Kelurahan Cemani Pada tahun 1946 oleh Kasoem Tjokrosaputra. Bidang usaha ini sebenarnya telah dijalankan oleh kedua orang tuanya sejak Tahun 1920.

Perubahan politik pada tahun 1966 membuka cakrawala baru bagi kehidupan sosial ekonomi bangsa Indonesia. Pemerintah membuka kesempatan penanaman bagi modal asing (PMA) dan modal dari dalam negeri (PMDN). Usaha dagang batik Keris mengambil peluang ini dengan memanfaatkan pinjaman yang diberikan oleh pemerintah. Seiring dengan semakin berkembangnya usaha yang dirintis, maka pada tahun 1970 terjadi perubahan status perusahaan dari bentuk perusahaan perseorangan menjadi bentuk perseroan terbatas (PT) dengan akta Notaris R. Sugondo Suryo No. 1 pada tanggal 2 April 1970 di kota Solo. Akta tersebut terdaftar pada Menteri Kehakiman Republik Indonesia tanggal 28 september 1971 No. JA 5/143/18 dan dimuat dalam berita Negara Republik Indonesia tanggal 2 Februari 1973 No. 10. Pada saat itu PT Batik Keris mampu mempekerjakan sekitar 2.000 karyawan.

Untuk menunjang kebutuhan bahan baku agar tidak terganggu oleh fluktuasi pasar, maka pada tahun 1974 pemegang saham PT. Batik Keris mendirikan PT. Dan Liris. PT. Dan Liris diarahkan untuk memproduksi benang, pertenunan, finishing pewarnaan serta konfeksi pakaian jadi. Nama Dan Liris mempunyai arti tersendiri bagi pendirinya. Dan Liris mengandung filosofi seperti air hujan rintik-rintik yang tak kunjung reda. Begitu juga harapan yang dipegang Kasoem Tjokrosaputra, PT. Dan Liris diharapkan akan memberikan kesejahteraan dan kemakmuran yang tiada henti bagi seluruh rakyat Indonesia.

Selasa, 05 Februari 2019

Batik Kawung

Batik Kawung adalah motif tua yang berasal dari tanah Jawa yang berbentuk seperti kolang-kaling disusun pada empat sudut persegi. Motif ini menurut catatan penelitian sudah ada sejak abad ke-9 dulu. Namun konon batik Kawung baru mulai berkembang pada jaman Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, yaitu tahun 1755 pada abad ke-18.

Makna batik Kawung sendiri ada beberapa, diantaranya adalah pengendalian diri yang sempurna, hati yang bersih tanpa adanya keinginan untuk ria, dan masih banyak lagi. Nama dan motif Kawung dilansir berasal dari dua sumber. Yang pertama adalah serangga Kwangwung, dan yang kedua adalah buah Kolang-Kaling. Motif Kawung termasuk kedalam beberapa motif larangan Keraton, yang mana dulu hanya boleh digunakan oleh kalangan kerajaan saja.

Batik memiliki banyak varian dan motif yang amat beragam dengan makna dan sejarah panjang dibalik masing-masing motifnya. Batik Kawung adalah salah satu pola/motif batik yang memiliki sejarah yang panjang perkembangannya di masyarakat. Motif batik Kawung itu cantik dengan pola-pola geometris yang menawan. Motif ini ternyata memiliki cerita yang dalam dan mengandung unsur-unsur kearifan Jawa yang sangat kental.

Senin, 04 Februari 2019

Sentra Batik Tulis Surabaya

Sentra Batik berawal dari  anggota komunitas Batik Jawa Timur yang menjadi penggerak kelompok batik di Dukuh Kupang, terbentuk suatu usaha yang disebut sentra batik tulis. Awalnya komunitas ini memberikan sebuah pelatihan biasa kepada Ibu-ibu setempat dikawasan Dukuh Kupang. Karena iseng mempromosikan produk mereka, maka dibentuklah suatu sentra dengan Batik Tulis. Tanpa disadari ternyata Batik Tulis sudah mendapatkan tempat di hati masyarakat, sehingga omset untuk bisnis tersebut semakin lama semakin bertambah. Produk tersebut meliputi baju batik orang dewasa, anak, daster, kemeja, dress, atasan maupun celana dan rok batik.
 
Peran Disperdagin Kota Surabaya terhadap perkembangan usaha batik tulis diantaranya adalah, Pelatiahn Batik Tulis, Pelatihan Pewarnaan Batik, Sosialisasi Merek dan Batik Mark, Pembukuan sederhana dan kewirausahaan hingga pemasaran produk batik  dengan mengikuti  even-even yang diselenggarakan Pemkot Surabaya, Pemerintah Provinsi maupun Kementrian Perindustrian.



Sabtu, 02 Februari 2019

Batik Pamekasan Menembus Dunia

Semula membatik hanya dilakukan di sela kesibukan sehari - hari warga sebagai buruh dan petani sehingga tidak ada target. Namun berbekal niat meneruskan warisan nenek moyang, kini semua itu berubah. Pola pekerjaan sampingan pun beralih menjadi pekerjaan utama yang dipadu dengan keahlian yang dimiliki. Sejumlah perajin mengaku mendapatkan penghasilan lebih tinggi dari produksi batik yang dikerjakannya. Perajin juga memproduksi baju, gamis, kulot, baju anak hingga baju pria dan kini batik Pamekasan tak hanya diminati di dalam negeri, wisatawan mancanegara pun mulai mengoleksinya.

Batik Pamekasan dikenal banyak orang dengan berbagai cara. Diantaranya, turis asing yang berkesempatan datang ke Madura. Atau sejumlah pedagang yang dengan jaringan sesama pedagang yang kemudian mengenalkan produk lokal khas Madura itu ke luar negeri. Selebihnya, keberadaan batik Pamekasan menyebar lewat cerita, dari mulut ke mulut hingga ke mancanegara. Pangsa pasar yang mulai terbuka dimanfaatkan betul oleh Pemerintahan Kabupaten Pamekasan. Lewat Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri, Pemkab meluncurkan bantuan modal kepada Usaha Mikro Kecil dan menengah. Kucuran dana ini diharapkan mengangkat potensi lokal kerajinan batik. Pemkab juga membentuk kelompok - kelompok sentra pengrajin. Sehingga Pemkab nisa menyalurkan bantuan lewat kredit lunak.



Jumat, 01 Februari 2019

Keunikan Motif Baju Batik Sumenep

Motif Baju Batik Keraton Sumenep merupakan motif non geometris yang menggabungkan unsur isen - isen pada latar tanahan. Ornamen yang diambil meliputi burung, kupu - kupu, berbagai dedaunan dan bunga. Munculnya ornamen hewan laut yang digambarkan sangat jelas seperti bentuk udang, kepiting, ikan hingga ganggang banyak dijumpai pada motif baju batik Madura. Beberapa baju batik Keraton Sumenep dengan pengaruh Mataram diantaranya motif sabuk rantay yang popular dibuat di Sampang, motif ini banyak memiliki kemiripan dengan motif semen rante, sekar jagad bnayk sekali kemiripan dengan skear jagad dari Jawa.

Batik Sumenep ini bisa menggunakan lebih dari 2 warna, minimal 3 wara dalam satu lembar kain batik Sumenep. Namun, soal warna khusus seperti batik Semarang yang dominan warna merah dan kuning. Uniknya lagi, dalam satu kain banyak yang terditi dari beberapa motif. Mulai dua hingga tiga motif dalam satu kain. Walaupun terlihat ramai, tetapi kombinasi motifnya tetap terlihat harmonis, dan cocok digunakan. Beberapa motif favoritnya ialah beras tumpah, motif alam dedaunan, bunga tulip, burung garuda dan burung merak.